SMK Teratai Putih Global 1 Bekasi Imbau Siswa Tak Ikut Aksi Unjuk Rasa, Utamakan Pendidikan dan Keselamatan

BEKASI — SMK Teratai Putih Global 1 Bekasi mengimbau seluruh peserta didik agar tidak terlibat dalam kegiatan unjuk rasa pada 19–20 Oktober 2026. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya penguatan pendidikan karakter, perlindungan keselamatan siswa, serta menjaga konsentrasi peserta didik terhadap kegiatan belajar.

Kepala SMK Teratai Putih Global 1 Bekasi, Murni Safari, S.Pd., mengajak para siswa untuk bersikap bijak dalam menyikapi berbagai informasi dan ajakan yang beredar, khususnya di media sosial. Para pelajar diharapkan tidak mudah terpengaruh ajakan yang belum terverifikasi dan tetap mengutamakan tanggung jawab sebagai peserta didik.

Melalui imbauan tersebut, sekolah menekankan tiga hal utama, yakni menjaga diri dan keselamatan, fokus pada pendidikan, serta menjaga nama baik sekolah. Pesan ini menjadi bagian dari pembentukan karakter pelajar agar tumbuh menjadi generasi yang disiplin, bertanggung jawab, dan mampu mengambil keputusan secara bijaksana.

“Peserta didik diharapkan tetap fokus mengikuti kegiatan pembelajaran, menjaga keselamatan diri, serta mematuhi arahan orang tua atau wali dan pihak sekolah. Gunakan waktu untuk kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi masa depan,” demikian pesan yang ditekankan dalam imbauan sekolah.

Selain memberikan imbauan kepada siswa, pihak sekolah juga mengajak orang tua atau wali untuk meningkatkan pengawasan dan komunikasi dengan anak, terutama selama periode 19–20 Oktober 2026. Peran keluarga dinilai penting untuk memastikan peserta didik berada dalam lingkungan yang aman serta menjalankan aktivitas yang positif.

Sekolah turut menekankan pentingnya kedisiplinan dalam menjalankan aturan jam malam peserta didik sebagaimana tercantum dalam materi edukasi sekolah, yakni pembatasan aktivitas di luar rumah pada pukul 21.00 hingga 04.00 WIB. Orang tua atau wali juga diimbau memastikan keberadaan anak dan memantau aktivitasnya.

Dalam materi sosialisasi tersebut, sekolah mengarahkan orang tua atau wali untuk mendokumentasikan kegiatan positif anak di rumah sesuai ketentuan yang disampaikan sekolah. Dokumentasi dilakukan menggunakan aplikasi kamera dengan penanda waktu (timestamp) agar informasi waktu pengambilan gambar dapat terlihat dengan jelas.

Meski demikian, materi imbauan juga memuat sejumlah pengecualian terhadap pembatasan aktivitas malam, antara lain kegiatan resmi yang diselenggarakan sekolah atau lembaga pendidikan, kegiatan keagamaan dan sosial, aktivitas bersama orang tua atau wali, serta kondisi darurat atau keadaan lain dengan sepengetahuan orang tua atau wali.

Melalui langkah edukatif ini, SMK Teratai Putih Global 1 Bekasi berharap peserta didik dapat semakin memahami pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan keselamatan dalam kehidupan sehari-hari. Sinergi antara sekolah dan keluarga menjadi salah satu kunci untuk membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif.

Pesan yang diusung sekolah pun tegas: jaga diri, jaga masa depan. Pelajar diharapkan mampu menunjukkan sikap cerdas, berkarakter, dan berprestasi dengan memprioritaskan pendidikan serta tidak mudah terbawa ajakan yang dapat mengganggu proses belajar maupun keselamatan diri.

0 Komentar